Minggu, 12 April 2020

Aliran filsafat idealisme dan pandangan Islam terhadap idealisme

Aliran filsafat idealisme dan pandangan Islam terhadap idealisme

      Filsafat idealisme menurut buku Abidin yang berjudul filsafat manusia adalah suatu aliran filsafat yang meyakini bahwa kenyataan sejati adalah bersifat spiritual. Para idealis bahwa ada kekuatan atau kenyataan spiritual di belakang setiap penampakkan atau kejadian. Esensi dari kenyataan ini adalah berpikir. Karena spiritual tidak dapat diukur secara empiris, maka kita hanya mampu menggunakan metafor-metafor kesadaran manusia. Misalnya kekuatan spiritual dianggap bersifat rasional, berkehendak, berperasaan, kreatif, dan lain sebagainya

      Dengan mempercayai bahwa kenyataan sejati sebagai bersifat spiritual, tidak berarti bahwa para idealism menolak kekuatan-kekuatan yang bersifat fisik (material) dan menolak adanya hukum alam. Sejatinya kekuatan fisik dan hukum alam itu memang ada, tetapi keberadaannya merupakan manifestasi dari  kekuatan atau  kenyataan  yang sejati dan lebih tinggi. Para idealis percaya adanya gerak planet dan adanya hukum alam  sudah didisain terlebih dahulu oleh kekuatan spiritual

       Sejumlah besar penganut paham idealisme mempunyai pandangan deterministik mengenai manusia. Mereka menyatakan roh absolut (Tuhan) bebas dan tidak berhingga, tetapi manusia sebagai bagian atau perwujudan dari roh absolut tidak bebas dan berhingga. Baik kedudukan maupun tindakan manusia sudah diatur atau ditentukan sebelumnya oleh roh absolut. Tidak ada kebebasan manusia, baik secara individual maupun secara kolektif, karena kebebasan manusia sesungguhnya adalah kebebasan roh absolut. Perkembangan manusia pada dasarnya adalah perkembangan roh absolut

        Namun ada aliran Idealisme disebut sebagai personalisme. Aliran ini menekankan bahwa roh bersifat pribadi-pribadi (individual), masing-masing berdiri sendiri-sendiri, sehingga setiap pribadi, setiap iindividu, mempunyai kebebasan untuk mengekspresikan dirinya sendiri sebagai manusia yang bebas. Maka pada intinya aliran filsafat personalisme ini menekankan kepada kebebasan manusia.

        Menurut Nietzsche kodrat manusia yang paling dasar ialah kehendak untuk berkuasa. Moralitas Kristen mengasingkan manusia dari dirinya sendiri. Moralitas itu hanya akan menghasilkan hidup yang ceroboh, karena itu yang dibutuhkan adalah pembalikan semua nilai. Segala nilai harus diputabalikkan. Nilai-nilai moral harus dibangun atas dasar kodrat manusia yang sebenarnya yaitu “kehendak untuk berkuasa”. Menurut Nietzsche, ini merupakan kodrat manusia yang sebenarnya dalam diri tiap makhluk. Kehendak untuk berkuasa ditemukan pada moral yang bermoral “tuan” (kaum aristokrat), orang yang bermoral budak adalah orang bodoh.

      Namun dalam islam, manusia tidak sepenuhnya berkuasa atas kehendaknya sendiri. Ada beberapa batasan aturan yang harus dipatuhi. Akan tetapi  tidak sepenuhnya pendapat Nietzche ini salah, di dalam islam ada yang namanya disebut ikhtiar (usaha) yang dilakukan oleh manuisa. Seperti jika ingin pintar, maka kita harus belajar, dan belajar ini suatu kuasa manusia mau melakukan atau tidak.

Oke selanjutnya disarankan untuk syahadat supaya iman kita tidak goyang. Kalo Mao ada kritik/saran monggo

Thanks readers. Sending virtual Hug!!!

Jumat, 06 September 2019

Pluralisme dan Pluralitas

     Pluralisme adalah suatu keyakinan yang membenarkan semua agama, sedangkan pluralitas adalah perbuatan yang menghargai orang yang membenarkan agamanya
      Sebagai umat Islam, haram hukumnya pluralisme, dalilnya sebagai berikut :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ (1) قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ (2) لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ (3) وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ (4) وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ (5) وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ (6) لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ  (QS. Al-kafirun : 1-6)

  Sebab turunnya surat tersebut, dikisahkan ketika itu Islam semakin berkembang luas, dan kaum kafir merasa resah, hingga ia menyusun strategi untuk menghentikan perkembangan Islam.
   Suatu ketika kaum kafir berkata "wahai Muhammad, bagaimana kalau kita besatu, bilamana aku beribadah kau dan umatmu harus mengikutiku, dan bilamana engkau beribadah aku dan kaumku akan mengikutimu", dengan berdalih persatuan, akhirnya itu tidak membuat runtuh akidah umat muslim, dan turunlah dari QS. Al-kafirun, begitulah aqidah yg harus kita tanamkan, kita harus yakin bahwa Islam adalah satu satunya agama yg paling benar

   Namun kita harus menanamkan sikap pluralitas agar terciptanya Masyarakat yang damai dan tentram, karena Indonesia adalah negara yang mempunyai 6 agama resmi (Islam, Nasrani, Budha, Hindu, Konghucu, katolik)








Kamis, 05 September 2019

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


  
        Nama Saya Ahmad Luthfi Sayuti, saya bernafas dengan paru paru, seperti ikan paus. Saya mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta fakultas psikologi jurusan psikologi. Saya lahir di Jakarta tanggal 21 Juli tahun 2001. Saya tinggal di kampung gombol paya, RT 02, RW 013, Kalideres, Jakarta Barat. Saya pernah bersekolah di SDN Pegadungan 07 pagi, lalu saya melanjutkan pendidikan saya di SMPN 185 Jakarta, setelah itu saya melanjutkan pendidikan saya di MAN 16 Jakarta.
     Ketika di MAN 16, saya mengikuti beberapa organisasi internal, seperti Pramuka dan MPK (majelis permusyawaratan kelas). Diorganisasi Pramuka, saya menjabat sebagai ketua divisi bidang kajian, dan diorganisasi MPK saya menjabat sebagai anggota. Pengalaman organisasi juga sangat penting, karena organisasi adalah wadah atau tempat banyak orang bekerjasama dan berkumpul secara sistematis, rasional dan juga berada dalam pengendalian serta memanfaatkan berbagai sumber daya seperti sarana, dana, prasarana, data, material dan juga lingkungan yang bertujuan untuk mencapai sebuah target secara bersama. Organisasi juga merupakan pengelompokan, proses penentuan dan juga aturan banyak aktivitas yang dilakukan untuk mendapatkan tujuan bersama-sama. Ada banyak manfaat organisasi yang sangat berguna di dalam kehidupan dari berbagai aspek
     Saya mempunyai hobi menggambar, terlebih lagi menggambar kaligrafi, karena sejak kecil saya di ajarkan menggambar oleh ayah saya, dan saya sangat senang. Karena menurut saya menggambar itu cara kita mengekspresikan jiwa kita terhadap kehidupan ini. Dengan menggambar, kita juga dapat melatih imajinasi supaya berkembang dengan pesat. Menggambar bukanlah sekadar aktivitas menyenangkan, tetapi juga memiliki banyak manfaat yang dapat memengaruhi tumbuh kembangnya di masa depan. Manfaat menggambar bagi anak sangatlah banyak. Kita bisa mengasah kemampuan seni dengan mengeluarkan imajinasi dan kreativitas
        Di masa masa Sekolah Menengah Atas, saya mempunyai pengalaman yang berkesa.  Ketika di MAN 16 saya pernah menjuarai lomba kaligrafi tingkat Jabodetabek dalam acara SECAPE, yang diselenggarakan oleh organisasi gerakan pramuka. Pada saat itu saya sangat pesimis dengan hasil karya saya karena hasil karya saya terlihat biasa saja, sedangkan saya melihat karya dari sekolah lain sangat bagus dan estetik. Namun setelah pengumuman juara, tidak disangka saya mendapat juara 2, syukur Alhamdulillah saya ucapkan. Saya juga pernah mengikuti kegiatan bela negara, yang diselenggarakan oleh TNI (Tentara Nasional Indonesia), di pelatihan tersebut saya sangat diajarkan betapa pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai warga negara republik Indonesia, mulai dari latihan fisik militer, makan ala militer, tidur ala militer, dan mandi ala militer, dan itu semua menggunakan disiplin waktu
      Saya pernah mengalami suatu peristiwa yang tidak menyenangkan didalam kehidupan saya. Ketika itu saya berumur 15 tahun, ayah saya terserang penyakit DBD sampai dibawa kerumah sakit, saya merasa cemas dan khawatir. Pada saat itu saya juga sedang menghadapi pra Ujian Nasional. Dan Allah itu maha baik, ayah saya diberi kesembuhan dan dari sakit DBD yang dideritainya. Setelah ayah saya sembuh bukan berarti keadaan semakin membaik, tiba-tiba saya juga terindikasi penyakit DBD, akhirnya saya dibawa kerumah sakit, dan benar saja, saya terserang penyakit DBD.  Disitulah saya harus melawan penyakit, dan memikirkan ujian Nasional. Setelah dua minggu berlalu, alhamdulillah saya sembuh dari penyakit DBD. Bukannya keadaan membaik, ibu saya terkena penyakit DBD juga. Jadi, hampir satu keluarga saya terkena penyakit DBD, namun alhamdulillah semuanya kembali pulih dengan semula

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh